Seni Teater
Seni teater adalah jenis kesenian pertunjukan drama yang
dipentaskan di atas panggung. Secara spesifik, seni teater merupakan sebuah
seni drama yang menampilkan perilaku manusia dengan gerak, tari, dan nyanyian
yang disajikan lengkap dengan dialog dan akting.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), teater mempunyai tiga
pengertian, yakni gedung atau ruangan tempat pertunjukan film, sandiwara, dan
sebagainya. Selanjutnya, pengertian kedua adalah ruangan besar dengan deretan
kursi-kursi ke samping dan ke belakang untuk mengikuti kuliah atau untuk
peragaan ilmiah. Pengertian terakhir ialah pementasan drama sebagai suatu seni
atau profesi, seni drama, sandiwara, dan drama.
Secara etimologis, kata teater dapat diartikan sebagai tempat atau gedung pertunjukan, sedangkan kata teater secara istilah diartikan sebagai segala hal yang dipertunjukkan di atas panggung untuk konsumsi penikmatnya.
Teater memiliki beberapa jenis, yaitu:
1. Seni Teater Tradisional
Teater tradisi banyak mengungkap wacana kearifan lokal,
sehingga merupakan sarana pewarisan ilmu hidup atau nilai-nilai kebaikan.
Teater bisa menghibur sekaligus berperan sebagai wadah pendidikan moral
masyarakat.
2. Seni Teater Modern
Teater modern mengambil pola barat sebagai referensi. Teater dipisahkan
dari tari, seni suara dan musik. Kehadirannya adalah bagian dari produk
kesenian yang menuju pada industri. Bentuk teater modern Indonesia yaitu teater
modern konvensional, teater modern dengan pembaharuan dan teater modern
kontemporer.
3. Teater Boneka
Pertunjukan boneka ini sudah atau telah dilakukan sejak Zaman Kuno. Sisa
dari peninggalannya itu ditemukan di makam-makam seperti India Kuno, Mesir,
serta Yunani. Boneka ini sering digunakan di dalam menceritakan legenda atau
juga kisah-kisah yang sifatnya itu religius (keagamaan).
4. Drama Musikal
Drama musikal ini adalah pertunjukan teater yang menggabungkan antara seni
tari, musik, serta juga seni peran. Drama musikal ini lebih mengedepankan tiga
unsur itu apabila dibandingkan dialog para pemainnya. Kualitas dari pemainnya
itu tidak hanya dinilai pada penghayatan karakter dengan kalimat yang
diucapkan, namun juga dengan melalui keharmonisan lagu serta gerak tari.
5. Teater Dramatik
Istilah dramatik ini digunakan untuk dapat menyebut pertunjukan teater
yang dengan berdasarkan pada dramatika lakon yang dipentaskan. Di dalam teater
dramatik, perubahan karakter dengan secara psikologis ini sangat diperhatikan.
Situasi cerita serta latar belakang kejadian ini dibuat sedetil mungkin.
6. Teaterikalisasi Puisi
Teatrikalisasi puisi ini adalah pertunjukan teater yang dibuat dengan
berdasarkan karya sastra puisi. Karya puisi yang biasanya ini hanya dibacakan,
di dalam teatrikal puisi dicoba untuk kemudian diperankan di atas pentas.
Disebabkan bahan dasarnya ialah puisi maka teatrikalisasi puisi ini lebih
mengedepankan estetika puitik di atas pentas. Gaya akting para pemain biasanya
memiliki sifat teatrikal.
7. Teater Gerak
Teater gerak ini adalah suatu pertunjukan teater yakni dengan unsur
utamanya ialah gerak serta juga ekspresi wajah para pemainnya. Di dalam
pementasannya, penggunaan dialog ini sangat minimal atau juga bahkan
dihilangkan ialah seperti dalam pertunjukan pantomim klasik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar