Aksara Sunda
Aksara Sunda adalah huruf-huruf yang membentuk bahasa Sunda dan digunakan oleh para orang Sunda. Meski bisa untuk digunakan ke bahasa lain, aksara ini tidak digunakan di tempat lain selain di tanah Sunda. Sejarahnya cukup panjang dan menyangkut kerajaan yang menduduki Jawa barat.
Aksara Sunda kerap kali mengalami perubahan dan aksara versi kuno nyatanya berbeda dengan yang digunakan saat ini. Perubahan ini diakibatkan oleh tidak banyaknya yang menggunakan kembali di abad ke-17.Sejarah Aksara Sunda
Akar dari Pallawa
Sejarah Indonesia cukup panjang, begitu juga dengan akar budaya Sunda. Para peneliti sejarah mengatakan bahwa aksara Sunda awalnya berasal dari huruf Pallawa. Huruf Pallawa adalah jenis huruf tertua di Indonesia dan ditemukan di prasasti Kutai, Kalimantan.
Adopsi huruf pun terus berkembang seiring dengan banyaknya kerajaan yang mampir ke nusantara. Dengan adanya kerajaan Tarumanegara yang menguasai Jawa bagian Barat, maka aksara yang menggambarkan bahasa Sunda pun ikut terpengaruh dengan adanya huruf sansekerta
Saat itu, aksara ini juga sempet diatur penggunaannya oleh VOC. Tahun 1705, VOC sempat menduduki daerah Priangan. Sebagai pihak yang sempat memerintah, mereka mengeluarkan aturan bahwa aksara yang resmi salah satunya adalah Sunda, Pegon, Latin dan arab.
Setelah 1945, kedudukan Eropa yang cukup lama di tanah Sunda membawa pengaruh yang sangat besar. Mereka jarang menggunakan aksara ini lagi dan lebih banyak menggunakan huruf latin. Orang Sunda pun menjadi jarang menggunakannya kembali kecuali menghadiri sekolah tertentu.
Sayangnya, saat ini aksara dari tanah Sunda ini juga tidak memiliki dukungan font di smartphone maupun komputer. Jadi, yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan aksara Sunda generator untuk bisa mengetahui bagaimana tulisan sebuah kata dalam aksara ini.
Fungsi Aksara Sunda
Membedah sejarah
Pendalaman materi tentang sejarah Sunda masih sangat minim. Naskah kuno yang dipegang di museum juga belum banyak dibedah oleh para sejarawan. Itu sebabnya, dengan mempelajari aksara Sunda, Anda bisa melanjutkan penggalian sejarah yang yang ada di tanah Sunda.
Melestarikan budaya
Budaya Sunda cukup panjang dan sayang sekali apabila tidak diteruskan. Ditambah lagi dengan aksara Sunda font tidak bisa dimiliki oleh semua perangkat. Itu sebabnya, salah satu pelestarian budaya yang bisa dilakukan adalah dengan mempelajarinya sehingga tidak terlupakan.
Membaca marka jalan
Uniknya, beberapa spot di kota besar menggunakan marka jalan yang menggunakan aksara Sunda. Jika Anda tengah berkunjung dan tidak tahu cara membacanya, tentunya Anda akan kebingungan. Beberapa museum di Jawa Barat juga menampilkan naskah pengantar menggunakan aksara ini.
Jenis Aksara Sunda
1. Aksara Ngalagena
2. Aksara Swara
3. Rarangken aksara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar