Mukjizat

Mukjizat

Kata "mukjizat" berasal dari bahasa Arab “akjaza-yukjizu-mukjizat” yang artinya, sesuatu yang melemahkan atau mengalah.

Secara istilah, mukjizat bermakna sesuatu yang terjadi pada diri Nabi atau Rasul Allah SWT dan bersifat istimewa atau berada di luar batas akal manusia.

Mukjizat diberikan kepada Nabi atau Rasul bertujuan untuk membuktikan bahwa dirinya merupakan utusan Allah SWT. Mukjizat merupakan sesuatu yang tidak dapat ditiru oleh siapapun.

Dikutip dari buku Akidah Akhlak oleh Yusuf Hasyim (2020:32), mukjizat memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:

  • Mukjizat hanya diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi atau Rasulnya
  • Mukjizat adalah kejadian di luar batas kemampuan manusia
  • Mukjizat merupakan bukti atas kekuasaan Allah SWT
  • Mukjizat adalah bukti kenabian maupun kerasulan
  • Mujizat bertujuan untuk memperlemah orang kafir atau menjadi jalan keluar permasalahan bagi kaum muslimin.
Mukjizat berdasarkan jenisnya dibagi menjadi dua, yaitu mukjizat kauniyah dan mukjizat aqliyah.

- Mukjizat kauniyah adalah mukjizat yang tampak dan dapat diterima panca indera. Mukjizat jenis tersebut, hanya terjadi sekali dalam satu tempat, seperti mukijzat Nabi Musa AS dalam menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin dari Allah SWT.

”…Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah..” (Q.S Ali Imran {3}:49)

- Mukjizat aqliyah adalah mukjizat yang dapat dipahami menggunakan akal dan pikiran.

Mukjizat jenis tersebut, berlaku sepanjang masa. Contoh dari mukjizat aqliyah seperti diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman umat.

“Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur'an).” (Q.S An-Nisa {4}:174).

 

Mukjizat Kata "mukjizat" berasal dari bahasa Arab “akjaza-yukjizu-mukjizat” yang artinya, sesuatu yang melemahkan atau mengalah. Secara istilah, mukjizat bermakna sesuatu yang terjadi pada diri Nabi atau Rasul Allah SWT dan bersifat istimewa atau berada di luar batas akal manusia. Mukjizat diberikan kepada Nabi atau Rasul bertujuan untuk membuktikan bahwa dirinya merupakan utusan Allah SWT. Mukjizat merupakan sesuatu yang tidak dapat ditiru oleh siapapun. Dikutip dari buku Akidah Akhlak oleh Yusuf Hasyim (2020:32), mukjizat memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut: Mukjizat hanya diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi atau Rasulnya Mukjizat adalah kejadian di luar batas kemampuan manusia Mukjizat merupakan bukti atas kekuasaan Allah SWT Mukjizat adalah bukti kenabian maupun kerasulan Mujizat bertujuan untuk memperlemah orang kafir atau menjadi jalan keluar permasalahan bagi kaum muslimin. Mukjizat berdasarkan jenisnya dibagi menjadi dua, yaitu mukjizat kauniyah dan mukjizat aqliyah. - Mukjizat kauniyah adalah mukjizat yang tampak dan dapat diterima panca indera. Mukjizat jenis tersebut, hanya terjadi sekali dalam satu tempat, seperti mukijzat Nabi Musa AS dalam menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin dari Allah SWT. ”…Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah..” (Q.S Ali Imran {3}:49) - Mukjizat aqliyah adalah mukjizat yang dapat dipahami menggunakan akal dan pikiran. Mukjizat jenis tersebut, berlaku sepanjang masa. Contoh dari mukjizat aqliyah seperti diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman umat. “Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur'an).” (Q.S An-Nisa {4}:174).

Baca selengkapnya di artikel "Pengertian Mukjizat, Karomah, Irhas dan Maunah Beserta Contohnya", https://tirto.id/gjik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar