Panahan
Olahraga panahan ini awalnya digunakan hanya untuk berburu sebagai salah satu cara bertahan hidup di hutan serta untuk berperang dan pada akhirnya berkembang sebagai olahraga ketepatan (olahraga panahan).
Olahraga panahan adalah suatu kegiatan yang menggunakan busur panah guna menembakkan anak panah ke target yang telah ada.
Teknik Panahan
Dalam setiap cabang olahraga tentu meiliki teknik dasar yang sesuai dalam pelaksanaan olahraga tersebut, seperti olahraga panahan ini. Berikut ulasan teknik dasar olahraga panahan :
1. Posisi Berdiri “Standing”
- Posisi berdiri selebar bahu dengan posisi badan tegak.
- Lakukan dengan rileks serta nyaman.
- 3 macam posisi berdiri : open stance, square dan close stance.
- Untuk pemula sangat disarankan menggunakan square (sejajar), ini untuk membentuk tehnik awalan yang baik dan benar.
2. Memasang anak panah pada string panah
- Pasang serta kaitkan nock ato nyit-nyit panah pada string unsur nocking point.
3. Jari Penarik String “Posisi hock”
- Jari yang digunakan untuk menarik string adalah jari telunjuk, jari tengah dan jari manis.
- Posisi string pada jari ini adalah pada ruas pertama.
- Pembagian kekuatan tarikan pada jari telunjuk sebesar 15-20%, jari tengah 60-70% dan jari manis 25-35%. nyit-nyit jangan dijepit oleh jari telunjuk maupun jari tengah.
- Lakukan dengan rileks selama melakukan tarikan.
4. Tumpuan pada Pegangan Busur “Grip”
- Tumpuan atau grip yang nyaman ada 3 bagian, yaitu grip tinggi, sedang dan rendah.
- Masing-masing pemanah bisa menyesuaikan dengan style sendiri.
- Tekanan pada grip terletak pada tapak tangan antara ibu jari dan jari telunjuk.
- Handle busur jangan digenggam, selalu gunakan sling untuk melakukan tembakan.
5. Posisi Awalan Tarikan “Pre-draw”
- Posisi tangan yang memegang busur diluruskan kedepan bersamaan dengan itu siku tangan yang satunya diangkat hingga setinggi telinga.
- Tangan kiri “memegang busur” lurus jangan ditekuk untuk menghindari sabetan string busur dan laju panah agar lurus sesuai dengan bidikan.
6. Tarikan “Draw”
- Lakukan tarikan sepanjang mungkin sesuai dengan panjang lengan kamu.
7. Posisi Angker
- Pada posisi angker string lurus dari hidung.
- Celah bibir atas dan bawah hingga dagu.
- Bagian atas telunjuk kanan “hock” menyentuh pada bagian dasar rahang kanan.
8. Bidikan
- Bidikkan fisir (alat bidik) ke arah target tembakan.
- Tetap perhatikan line up sebagai patokan tembakan yang terbaik.
- Line up bisa menggunakan patokan tepi daun busur bagian atas, tepi handle bagian atas, atau tepi fisir.
- Patokan dibuat dengan melihat string pada posisi draw dan bersiap untuk menembak.
9. Melepaskan Panah “Release”
- Untuk teknik, release semua jari-jari hock rileks.
- Secara tidak langsung string akan lepas dengan sendirinya.
- Badan dan seluruh anggotanya tetap diam hingga panah mengenahi sasaran.
10. Gerak Lanjutan
- Selanjutnya gerakan ini secara otomatis terjadi sesat setelah relesae.
- Tapak tangan kanan “jari-jarai hock” bergerak kebelakang sepanjang rahang sampai leher.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar