Taekondwo

Taekondwo

Taekwondo adalah seni bela diri yang berasal dari Korea. Dalam bahasa Korea, Tae berarti “menendang atau menghancurkan dengan kaki”, Kwon berarti “tinju”, sedangkan Do berarti “jalan atau seni”. Jadi Taekwondo merupakan “Seni bela diri yang menggunakan teknik kaki dan tangan kosong untuk menaklukkan atau menjatuhkan lawannya.

Dalam seni beladiri taekwondo ini terdapat tingkatan sabuk, semakin tinggi sabuk yang digunakan maka semakin tinggi juga jurus dan teknik yang dipelajari, dan seterusnya sampai seterusnya ke tingkatan tertinggi.Pada setiap cabang olahraga tentu memiliki teknik dasar yang telah dibuat dan di atur, dengan tahapan-tahapan pelaksanaannya. Berikut merupakan teknik dasar yang ada dalam olahraga cabang beladiri Taekwondo :

1. Kuda-kuda

Ap koobi : kita perlu membuka kaki selebar bahu dan menurunkan kaki depan sambil menahan berat badan, biasa disebut kuda-kuda langkah panjang.

Ap seogi : kaki diposisikan seperti melangkah dan pastikan jari kaki posisinya menghadap posisi yang sama dengan kedua kaki, biasa disebut kuda-kuda langkah pendek.

Moa seogi : dilakukan dengan posisi kaki rapat tubuh tegak menghadap ke depan secara lurus.

Dwit koobi : dilakukan dengan membuka kedua kaki di mana kaki belakang posisinya harus ke arah samping dengan kaki depan berposisi lurus ke depan.

Joochoom seogi : kaki harus sejajar mengarah ke samping dengan posisi kedua ujung kaki lurus ke depan.

Beom seogi : posisi kaki depan berada di belakang tapi menghadap lurus ke depan seperti langkah harimau.

2. Tendangan

Dolke chagi : gerakan tendangan ini perlu dilakukan dengan memutar tubuh 360° ke belakang dan inilah yang disebut sebagai tendangan tornado.

Narae chagi : tendangan bisa dilakukan ke samping secara langsung sebelum kaki lainnya menyentuh tanah.

Ap chagi: gerakan tendangan ini dilakukan ke arah depan di mana sasarannya adalah bagian kepala atau perut.

Dwi hurigi : tendangan dengan memutar ke belakang gerakan kaki harus seperti mengait.

Dwi chagi : tendangan ke arah belakang dimana lutut diangkat lalu dilanjutkan dengan menyentakkan kaki ke arah belakang.

Yeop chagi : gerakan ini dilakukan menyamping ke kanan atau kiri memakai pisau kaki di mana tubuh diposisikan menghadap ke samping.

Dollyo chagi : tendangan dengan pinggang di putar maksimal.

Deol/Neryo chagi : tendangan dengan mencangkul ke depan memakai tumit.

3. Pukulan

Yeop jireugi : teknik pukulan ke arah samping dengan posisi tubuh lurus menghadap ke depan.

Eolgol jireugi : teknik pukulan mengarah ke atas di mana kepala adalah sasarannya.

Arae jireugi : pukulan yang mengarah ke area vital lawan.

Montong jireugi : pukulan yang mengarah ke perut atau ulu hati.

Chi jireugi : pukulan dari bawah ke atas di mana dagu menjadi sasaran.

Dollyeo jireugi : pukulan dari depan menyamping dan mengarah ke kepala lawan.

4. Tangkisan (Makki)

Arae makki : tangkisan menggunakan kepala dan mengarah kebawah.

Momtong an makki : tangkisan ini mengarah dari tengah ke dalam memakai bagian luar lengan bawah.

Eolgol makki : tangkisan ini mengarah ke atas dan sasaran utamanya kepala.

Hecho makki : tangkisan ini adalah tangkisan ganda yang mengarah ke luar.

Batang son momtong an makki : tangkisan menggunakan telapak tangan dari luar ke tengah.

Sonnal momtong makki : tangkisan ini adalah dengan pisau tangan ke arah tengah.

Batang son arae makki : tangkisan menggunakan telapak tangan dan mengarah ke bawah .

Momtong bakkat makki : tangkisan memakai bagian dalam lengan bawah yang mengarah ke luar dari dalam.

5. Sabetan dan Tusukan

Mureup dolyo chigi : sabetan memakai lutut yang mengarah ke samping.

Ageum son keut chireugi : cekikan atau tusukan ke arah leher.

Ape son keut chireugi : tusukan pada leher menggunakan empat ujung jari.

An son keut chireugi : tusukan satu jari yang mengarah ke mata.

Gawison keut chireugi : tusukan dua jari yang mengarah ke mata.

Palkup dolyo chigi : sabetan memutar menggunakan siku tangan.

Jebi poom mok chigi : sabetan menggunakan tangkisan pisau tangan ke arah atas.

Han sonnal mok chigi : sabetan yang menggunakan pisau tangan.

Pyeon son keut chireugi : tusukan mengarah ke ulu hati dengan emapt ujung jari di mana posisi tangan vertikal.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar